Ritual Purung Ta Kadonga Ratu: Tradisi Mengatur Musim dan Mengucap Syukur

Dibuat Oleh endang

14x Telah Dilihat

Selasa, 19 Mei 2026

 

Ritual Purung Ta Kadonga Ratu: Tradisi Mengatur Musim dan Mengucap Syukur di Sumba Tengah

Purung Ta Kadonga Ratu adalah salah satu upacara adat paling sakral yang dirayakan oleh masyarakat Anakalang di Kabupaten Sumba Tengah. Secara harfiah, nama ritual ini berarti "Turun ke Lembah Imam".

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dalam kepercayaan Marapu ini memiliki dua esensi utama bagi kehidupan masyarakat:

  1. Ungkapan Syukur dan Keseimbangan: Sebagai bentuk terima kasih atas hasil panen yang melimpah dan upaya menjaga keseimbangan alam, yang disimbolkan melalui dua tombak pusaka (Mehang Karaga dan Loda Pari).

  2. Penentu Musim Pertanian: Prosesi puncak di lembah Kadonga Ratu berfungsi sebagai sarana membaca tanda-tanda alam untuk meramal datangnya musim hujan, keberhasilan panen, serta kesejahteraan masyarakat di tahun mendatang.

Pelaksanaan ritual besar ini sangat terstruktur dan harus melewati 9 tahapan prosesi adat yang ketat—mulai dari tahap persiapan hewan kurban, musyawarah para Ratu (imam adat), penentuan bulan baik (Wulla Tua), pengambilan air suci, hingga acara puncak pertemuan tombak pusaka dan perjamuan bersama.


Untuk informasi yang lebih detail mengenai sejarah asal-usul, arti simbolis tombak pusaka, dan penjelasan lengkap dari masing-masing 9 tahapan ritualnya, Anda dapat langsung mengunjungi tautan resmi berikut:

👉 Situs Warisan Ratu Sumba

Sejarah/Budaya Terkait

Beri Rating

Wisata Sumba Tengah

Bagikan ke: